Bermain dan Belajar dengan Board Games

Games! Anak mana sih yang tidak suka games? Sepertinya hampir semua anak suka dengan games atau permainan. Bahkan saat ini banyak anak yang terjebak dalam permainan-permainan online yang menawarkan beragam fitur dan simulasi bagi anak. Sayangnya, tidak semua games memberikan dampak positif bagi perkembangan kognitif, afektif dan psikomotor anak.  Bahkan beberapa games yang ada dapat menyebabkan kerusakan atau kelainan kofnitif, afektif, dan psikomotor anak.

Kali ini, saya akan mengulas jenis-jenis games yang dikembangkan untuk membantu anak-anak mempelajari konsep-konsep khusus dengan meminimaliris dampak negatif yang mungkin ditimbulkan oleh kecanduan games. Serius, ada ya games seperti itu?!

Iya, tentu saja ada! Jenis games ini lebih dikenal istilah “Board Games” jaman dulu, waktu saya anak-anak sebenarnya jenis games ini cukup popular bahkan sampai diabadikan dalam salah satu lagu Doel Soembang! Game-game tersebut anatara lain: Ludo, monopoli, ular tangga, halma, remi, dan juga yang paling popular saat ini yaitu catur.  Rasanya pada masa itu satu-satunya dampak negatif dari game adalah lupa waktu main dan ini selalu dengan mudah diatasi dengan teriakan dari para ibu-ibu yang mencari anaknya untuk disuruh makan, mandi atau belajar.

Saat ini ternyata jenis Board Game di Indonesia lumayan banyak lho. Permainan-permaianan ini dibuat dalam bentuk kartu-karti atau papan dengan icon beragam dan cara main yang sangat variatif. Saya mengenal beragam jenis game edukatif ini dari salah satu kreatornya langsung ketika beliau memberikan training di institusi kami. Wah, rupanya kemajuan dalam game sudah amat masif, saya benar-benar merasa amat tertinggal.

Anak-anak bermain Veggie

Sesi pelatihan tersebut telah menginspirasi saya juga untuk membuat beberapa games yang dapat digunakan membantu anak-anak belajar konsep-konsep bilangan sederhana. Awalnya saya langsung membuatnya hanya menggunakan kertas HVS saja, dan rupanya anak-anak di rumah antusias untuk memainkannya. Akhirnya saya memutuskan untuk membeli beberapa games yang dijual oleh beliau di gerainya @Sebangku yang berlokasi tidak jauh dari kantor.

Berikut beberapa games yang sempat kami mainkan:

  1. Wilah
  2. Veggie Card
  3. MathCat
  4. Sutasoma
  5. Zamzany

Untuk dua games terakhir ini keren sekali, produksi dari Sebangku langsung. Sangat inovatif karena games ini didesain khusus untuk menunjang kemampuan literasi anak juga. Melalui game Sutasoma, anak-anak bisa bermain sambil belajar sejarah khususnya candi-candi di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya seperti kisah Rorojongrang, dan Ramayana serta candi Prambanan dan Borobudur. Sutasoma juga dilengkapi dengan menu AR yang tentunya sangat menarik bagi anak-anak jaman now. Permainan ini ditujukan untuk anak usia 7 tahun ke atas. Nah karena ini, saya masih menunda memainkannya di rumah, karena yang berusia di atas 7 tahun baru dua orang, harus menunggu poponya pulang dulu agar lebih seru mainnya! Untuk penjelasan lengkapnya bisa di peroleh pada link berikut ini: https://sebangku.co.id/sutasoma/.

Menurut kami, main board games ini adalah salah satu cara untuk membangun keakraban di dalam keluarga. Sangat sesuai untuk dimainkan dimasa pandemi seperti saat ini ketika kita semua lebih sering berkumpul bersama keluarga.

Bagi sahabat kidscientiscorner yang berminat untuk mencoba aneka Board Games ini bisa langsung kunjungi tautan berikut ini: Sutasoma

Bermain dengan Kupu-Kupu

Hallo Kid Scientist! Siapa di antara kalian yang menyukai kupu-kupu? Pasti banyak ya. Pertanyaan berikutnya, siapa di antara kalian yang menyukai ulat? Hi hi, padahal ulat dan kupu-kupu itu binatang yang sama.

Kid Scientist Corner kali ini akan membagikan video betapa asyiknya bermain dengan kupu-kupu di kebun bunga. Kamu juga bisa mencobanya di sekitar rumahmu apabila banyak bunga di sana.

Agar Kamu lebih mengenal kupu-kupu, ayo diskusikan beberapa pertanyaan berikut ini bersama Ayah dan Bundamu. Kamu juga bisa mencari jawabannya dari internet.

  1. Mengapa kupu-kupu menyukai bunga?
  2. Bagaimana ulat yang jelek menjadi kupu-kupu yang indah?
  3. Apa manfaat kupu-kupu bagi manusia?
  4. Mengapa sekarang kita sulit menjumpai kupu-kupu di kota?

Bagaimana Cara Kerja Termometer?

Hello Kid Scientist! Tahukah Kamu cara kerja termometer? Kamu bisa mengetahui cara kerja termometer dengan membuat percobaan sederhana di rumah. Bahan yang kamu perlukan adalah cairan alkohol, plastisin, sedotan (straw) dan air panas. Adapun alat-alat yang digunakan adalah botol/gelas kecil dan mangkok/baskom.

Caranya: Kamu tuangkan cairan alkohol ke dalam botol/gelas, kemudian tambahkan zat pewarna. Setelah itu masukkan sedotan ke dalam botol/gelas dan tutup mulut botol/gelas tersebut dengan plastisin rapat-rapat. Selanjutnya tuangkan air panas ke dalam mangkok/baskom dan masukkan botol/gelas yang telah dirakit tadi ke dalam air panas. Cairan alkohol akan memuai karena panas dan naik melalui sedotan. Begitulah termometer bekerja!

O ya, jangan lupa ajak Ayah/Bunda mendampingi percobaanmu ya. Selamat mencoba!

Mengakrabi Fisika

Ayah/Bunda, kita pernah belajar Fisika sewaktu sekolah tapi sekarang mungkin sudah lupa konsep-konsepnya. Mungkin pada zaman kita, Fisika kita anggap sebagai pelajaran yang amat sulit. Terus bagaimana bisa sekarang kita mengenalkan Fisika kepada anak-anak?

Santai saja, Ayah/Bunda! Kita ajak anak-anak bersama mengerti dulu apa sih Fisika dan apa gunanya. Insya Allah, nanti mereka akan menyukai Fisika deh. Kid Scientist Corner merekomendasikan untuk menonton bersama video tentang Fisika berikut.

Video pertama, penjelasan menarik tentang apa itu sih Fisika dalam bentuk animasi yang dilengkapi dengan testimoni dari salah satu Fisikawan Indonesia.

Video kedua, penjelasan Fisika lebih lanjut yang keren dan menghibur dari Prof. Michio Kaku. Sambil belajar bahasa inggris ya!

Selamat mengakrabi Fisika!

Menjadi Astronot di Satelit Luar Angkasa

Ayah/Bunda, ayo kita ajak anak kita merasakan pengalaman sebagai astronot yang tengah berada di satelit di luar angkasa. Caranya, kita ikuti live stream camera International Space Station (ISS). Kita benar-benar seperti seorang astronot yang tengah mengamati pemadangan bumi dari luar angkasa! Karena live, kadang kita bisa ikut mendengarkan komunikasi antar astronot atau dengan timnya yang bertugas di bumi.

Kita juga bisa mengamati ISS live stream dari chanel Youtube Space Videos.

Selamat bertugas untuk para astronot cilik!

Mengajarkan Kecerdasan Finansial di Masa Covid-19

Dalam rangka memutus wabah Covid-19, kita melakukan phisical distancing. Sebagian orang tua kemudian bekerja dari rumah dan semua anak-anak harus belajar di rumah. Salah satu keluhan yang sering disampaikan oleh para bunda pada kondisi ini adalah cepat ludesnya makanan atau camilan di rumah karena anaknya menjadi cepat lapar. Tapi saat ini lah bisa menjadi waktu yang tepat bagi kita untuk mengajarkan kecerdasan finansial kepada anak-anak.

Kami akan membagikan salah satu permainan yang mengajarkan kecerdasan finansial untuk anak-anak dan telah kami praktikan di rumah. Kami namakan permainan ini Transaksi Uang Mandiri. Aturan main Transaksi Uang Mandiri ini adalah sebagai berikut:

1. Camilan sekarang tidak gratis lagi!

2. Untuk mendapatkan uang yang akan dibelanjakan untuk camilan, anak harus bekerja atau melakukan suatu aktivitas.

3. Buatlah mata uang keluarga mandiri! Buat nominal uang yang sederhana (misal 5, 10, 20) dan bisa kita bedakan antar nominal uang dengan warna yang berbeda. Dengan metode ini, anak kami yang berumur empat tahun bisa membedakan dan menggunakan uang mandiri dengan benar. Kami menamakan mata uang mandiri kami Mollar (M-Dollar).

4. Sepakati bersama harga masing-masing jenis camilan (berikut takarannya) dan harga jasa masing-masing pekerjaan/aktivitas! Anda juga bisa menambahkan denda sebagai hukuman atas tindakan tertentu.

5. Orang tua berperan sebagai bank sekaligus kasir toko camilan. Berikan anak sejumlah uang mandiri untuk modal awal dan permainan Transaksi Uang Mandiri sudah bisa dimulai!

Permainan di atas secara tidak langsung akan membuat anak bijak dengan uang. Untuk bisa berbelanja camilan mereka harus bekerja atau melakukan sesuatu. Mereka juga akan belajar bagaimana mengatur uang dengan cermat. Dan itu adalah dasar dari kecerdasan finansial.

Untuk anak-anak yang sudah besar, permainan ini bisa dimodifikasi. Misal ada yang berbisnis restaurant (memasak). Ada yang berbisnis laundry (mencuci dan menyetrika). Bahan-bahan yang diperlukan bisa disediakan di toko rumah. Anda bisa berkreasi sesuai dengan kondisi rumah masing-masing. Selamat mengajarkan kecerdasan finansial kepada anak-anak Anda!

Catatan: Dipublikasi ulang dari tulisan awal di https://krigan.com/2020/04/03/mengajarkan-kecerdasan-finansial-untuk-anak-di-masa-covid-19/

Main Games Sambil Belajar

Selama masa pandemi ini, karena di rumah tidak ada TV jadi anak-anak lebih sering menggunakan laptop. Mereka menggunakan lap top untuk keperluan belajar dan tentu saja bermain games. Saat ini banyak sekali aplikasi games yang dapat membuat anak kecanduan, padahal games tersebut tidak memuat konten pembelajaran. Sebagai orantua tentu Ayah dan Bunda tidak ingin anak-anak menjadi kecanduan games yang tidak bermanfaat bahkan dapat menjermuskan anak-anak pada perilaku yang tidak terpuji.

Pada postingan kali ini, kami akan share pengalaman dalam mendampingi anak-anak bermain games dari web alat peraga maya yang dapat diakses secara gratis oleh Ayah Bunda dan anak-anak. Games-games yang ada pada web tersebut memang sengaja didesain untuk membantu anak-anak berpikir dan belajar matematika. Insha Allah aman, dan sangat bermanfaat. Berikut kami share bagaimana serunya anak-anak mencoba membagi suatu benda menjadi beberapa bagian yang sama. Adapun alamat webnya dapat diakses pada postingan sebelumnya https://kidscientistcorner.com/2020/05/28/bermain-sambil-belajar-matematika/. Selamat mencoba!

Games Matematika

Keliling Museum Dunia

Ayah/Bunda, ayo ajak anak-anak keliling museum dunia!

Emang bisa?

Di zaman digital ini, kita mudah banget mengunjungi museum dunia. Bahkan di masa karantina mandiri sekarang ini. Kid Scientist Corner merekomendasikan untuk mengunjungi museum virtual dari British Museum- London. Di sini kita bisa menjelajahi sejarah dunia dari artefak yang dipamerkan. Museum virtual ini dilengkapi dengan audio sehingga bisa sekaligus menjadi tempat belajar mendengar (hearing) bahasa Inggris.

The Museum of The World – British Museum

Untuk museum seni dan budaya, kita bisa mengunjungi Google Arts & Culture. Di sini, kita dapat menikmati koleksi ratusan museum seni dunia. Di antaranya Van Gogh Museum – Amsterdam, National Gallery of Art – Washington DC, Musée d’Orsay – Paris, Museo Sorolla – Madrid, Tokyo National Museum, Sakıp Sabancı Museum – Istanbul. Kita juga bisa menikmati koleksi beberapa museum Indonesia, di antaranya Museum Nasional dan Unit Pengelola Museum Seni.

Google Arts & Culture

Selamat berkeliling ke museum-museum dunia ya!

Cabang-Cabang Sains

Pernahkah Kamu mem-bully teman Kamu yang nilai Sainsnya jelek? Terus Kamu bilang bahwa ia tak berpeluang untuk menjadi Saintist? Atau Kamu bilang anak yang jago IPA lebih pintar dari anak yang jago IPS? Kalau kamu begitu, tunggu dulu! Kamu perlu membaca tulisan ini sampai habis ya.

Memang di Indonesia, kata Sains disempitkan artinya menjadi Ilmu Pengetahuan Alam. Padahal, secara hakikat, Sains (dalam bahasa inggris science, dalam bahasa arab al ‘ilmu) tidak hanya mencakup ilmu pengetahuan alam saja. Sains adalah pengetahuan yang terstruktur dan sistematis dalam bentuk penjelasan-penjelasan dan prediksi yang dapat diuji tentang semesta dan apa yang terjadi di dalamnya.

Saat ini, Sains dapat dibagi menjadi empat cabang besar, yakni Sains Formal (Formal Science), Ilmu Alam (Natural Science), Ilmu Sosial (Social Science) dan Sains Terapan (Applied Science). Masing-masing cabang besar tersebut memiliki cabang-cabang kecil sendiri, dan cabang-cabang kecil itu juga memiliki cabang-cabang lagi. Belum lagi kalau kita memperhitungkan cabang yang merupakan perpaduan dua atau beberapa cabang Sains. Oh, banyak sekali cabang-cabang Sains! Agar lebih terbayang, berikut ditampilkan cabang-cabang Sains.

Cabang-Cabang Sains

O iya, di tulisan ini tidak dijelaskan cabang-cabang ilmu itu mempelajari bidang apa. Kamu cari sendiri saja ya biar pusing! Intinya, kita perlu menghargai kelebihan dan minat masing-masing kawan kita. Semua anak bisa menjadi ilmuwan (saintist) kok. Tentunya sesuai dengan kelebihan dan minat masing-masing. Dan nantinya kita akan saling membutuhkan, karena tidak ada orang yang bisa menguasai semua cabang Sains!

Mengeksplorasi Dunia Mikro

Maha Besar Tuhan yang telah menciptakan semesta yang sangat luas, teratur dan mengagumkan. Juga menciptakan dunia mikro yang tak kalah mengagumkan. Seperti baru-baru ini, manusia seluruh dunia dibuat takut oleh satu mahluk sangat kecil bernama virus Corona-19.

Ya, kita sesungguhnya dikelilingi oleh dunia mikro. Karena hewan dan tumbuhan terdiri dari sel-sel yang sangat kecil. Termasuk kita juga! Karena ukuran dunia mikro yang kecil, kita tidak bisa melihatnya dengan mata telanjang. Kita membutuhkan alat yang bernama mikroskop.

Syukur lah sekarang ada mikroskop yang harganya sangat terjangkau, yakni Foldscope. Foldscope adalah mikroskop berbasis bahan kertas yang dirancang agar murah dan awet namun menghasilkan kualitas optik yang sama dengan mikroskop konvensional.

Foldscope – Mikroskop Kertas

Merangkai Foldscope seperti membuat origami lho. Waktu yang dibutuhkan untuk merangkai satu unit Foldscope oleh anak-anak sekitar 30-60 menit. Agar lebih mudah, disarankan untuk melihat video tutorial Foldscope terlebih dahulu dan tetap didampingi oleh orang tua/guru.

Kamu tentu penasaran kan seperti apa bagian tanaman apabila dilihat dengan Foldscope. Atau seperti apa detail kutu yang ada di kucingmu? Atau adakah binatang kecil di dalam air kolammu? Selamat mengeksplorasi dunia mikro ya!